Bupati Ahmad Yuzar Tekankan Kebijakan Berbasis Data, Dinkes Kampar Bergerak Cepat
BANGKINANG KOTA — Bupati Kampar Ahmad Yuzar menekankan pentingnya kebijakan berbasis data dalam setiap perencanaan pembangunan daerah. Menindaklanjuti arahan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bergerak cepat memperkuat pengelolaan data kesehatan melalui partisipasi dalam Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) 2026.
Kegiatan itu dilaksanakan melalui Entry Meeting dan Sosialisasi EPSS 2026 yang digelar secara virtual bersama Badan Pusat Statistik, Selasa (7/4/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kampar dalam membangun sistem pemerintahan yang modern, transparan, dan berbasis data.
Ahmad Yuzar menegaskan, data yang akurat dan terintegrasi menjadi kunci dalam menentukan arah kebijakan yang tepat sasaran, terutama di sektor kesehatan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, perencanaan pembangunan tidak lagi bisa bertumpu pada asumsi, melainkan harus didukung oleh data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dinas Kesehatan Kampar bersama sejumlah perangkat daerah langsung melakukan langkah konkret. Koordinasi lintas sektor dilakukan dengan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Kampar sebagai wali data, serta Bappeda Kabupaten Kampar untuk memastikan keselarasan antara data dan perencanaan pembangunan.
Selain itu, pendampingan teknis dari BPS Kabupaten Kampar menjadi bagian penting dalam proses ini. BPS berperan memastikan kualitas data sektoral yang disusun telah memenuhi standar statistik nasional serta sejalan dengan prinsip Satu Data Indonesia (SDI).
Dalam rangkaian kegiatan EPSS 2026, tim melakukan pemetaan data, verifikasi, serta melengkapi dokumen pendukung yang menjadi indikator penilaian. Proses ini sekaligus menjadi momentum pembenahan dalam tata kelola data kesehatan di Kabupaten Kampar.
Dinas Kesehatan Kampar menilai, penguatan data kesehatan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Dengan data yang presisi, pemerintah daerah dapat lebih mudah menentukan prioritas program, mulai dari distribusi tenaga kesehatan, penyediaan logistik medis, hingga penanganan isu prioritas seperti stunting, tuberkulosis (TB), dan peningkatan cakupan imunisasi.
Langkah cepat yang dilakukan Dinas Kesehatan Kampar ini diharapkan mampu mempercepat implementasi kebijakan berbasis data di daerah. Pemerintah Kabupaten Kampar optimistis, dengan dukungan data yang semakin berkualitas, pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan menjadi lebih efektif, merata, dan tepat sasaran.(ADV)