Bupati Kampar Ahmad Yuzar: Gerakan ASRI Harus Dihidupkan dalam Aktivitas Sehari-hari ASN

Bupati Kampar Ahmad Yuzar: Gerakan ASRI Harus Dihidupkan dalam Aktivitas Sehari-hari ASN

BANGKINANG — Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan pentingnya menjadikan Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari aktivitas harian aparatur sipil negara (ASN). Penegasan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan gotong royong yang digelar Inspektorat Kabupaten Kampar, Jumat, 10 April 2026.

Menurut Ahmad Yuzar, Gerakan ASRI tidak boleh berhenti sebagai program formal, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku keseharian ASN, terutama dalam menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan kerja. “Gerakan ini harus dihidupkan dalam aktivitas sehari-hari, bukan sekadar kegiatan sesaat,” kata dia.

Kegiatan gotong royong di lingkungan perkantoran Inspektorat Kampar itu diikuti oleh seluruh pegawai, termasuk ASN dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Bupati menilai kegiatan tersebut sebagai langkah konkret dalam mendukung implementasi program nasional di tingkat daerah.

Ia menjelaskan, konsep ASRI mencakup empat aspek utama. Aman, kata dia, berkaitan dengan terciptanya lingkungan yang tertib dan bebas dari potensi gangguan. Sehat merujuk pada peningkatan kualitas hidup melalui lingkungan bersih dan pola hidup sehat. Adapun Resik menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara disiplin, sementara Indah berhubungan dengan penataan estetika lingkungan.

Ahmad Yuzar juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah, khususnya keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA). Ia menilai, upaya menjaga kebersihan harus dimulai dari lingkungan kerja masing-masing.

“Kesadaran dari hulu menjadi kunci. Jika ini dijalankan secara konsisten, beban di hilir dapat dikurangi,” ujarnya.

Selain menghadiri kegiatan tersebut, Ahmad Yuzar juga melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kampar. Sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program, termasuk efisiensi anggaran dan kedisiplinan pegawai.

Pelaksana tugas Inspektur Kabupaten Kampar Muhammad Irsyad mengatakan kehadiran bupati memberikan dorongan bagi pegawai untuk meningkatkan kinerja. “Selain mengikuti gotong royong, bupati juga melakukan sidak terkait pelaksanaan efisiensi di OPD,” kata dia.

Irsyad menambahkan, kegiatan gotong royong di lingkungan Inspektorat diikuti seluruh unsur pegawai. Ia memastikan Gerakan ASRI akan terus digalakkan secara berkelanjutan, tidak hanya di lingkungan perkantoran tetapi juga di masyarakat.

Menurut dia, penerapan nilai-nilai ASRI diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih tertib, bersih, dan nyaman, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Kampar.(ADV)