Pasar Tumpah Picu Kemacetan di Bangkinang, Dishub Kampar Siagakan Puluhan Petugas
Bangkinang — Arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Bangkinang mendadak padat pada sore hari pertama Ramadhan. Lonjakan kendaraan yang didominasi sepeda motor dan mobil pribadi terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat berburu takjil di pasar tumpah dan pusat kuliner musiman, memaksa Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar menurunkan puluhan personel untuk mengurai kemacetan.
Kepadatan terlihat mulai sekitar pukul 17.00 WIB di sejumlah persimpangan strategis di pusat kota. Kendaraan bergerak perlahan, bahkan sesekali tersendat akibat tingginya volume lalu lintas dan aktivitas keluar-masuk kendaraan di kawasan perdagangan.
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kampar, Edi Yusri, mengatakan peningkatan arus kendaraan pada sore hari selama Ramadhan merupakan fenomena yang terjadi setiap tahun. Namun, pada hari pertama Ramadhan kali ini, lonjakan kendaraan terlihat cukup signifikan dibandingkan hari biasa.
“Pada sore hari, volume kendaraan meningkat cukup tajam akibat aktivitas masyarakat berburu takjil dan kebutuhan berbuka puasa di pasar tumpah. Untuk itu, kami menurunkan petugas guna melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas agar tetap lancar dan aman,” kata Edi Yusri, Kamis (19/2/2026).
Menurut Edi, sejumlah titik yang menjadi perhatian utama petugas antara lain perempatan Jalan Teuku Umar–Jalan Agus Salim, pertigaan Jalan Teuku Umar–Jalan Sisingamangaraja, serta kawasan lampu merah Jalan Sisingamangaraja–Jalan D.I. Panjaitan. Selain itu, kepadatan juga terpantau di perempatan Jalan D.I. Panjaitan–Jalan Agus Salim dan sepanjang Jalan Datuk Tabano yang menjadi salah satu pusat aktivitas masyarakat pada sore hari.
Di kawasan tersebut, kendaraan tampak mengular di kedua arah. Banyak pengendara memperlambat laju kendaraan karena tingginya aktivitas masyarakat yang keluar-masuk area pasar tumpah. Selain itu, kendaraan yang parkir di bahu jalan turut mempersempit ruang gerak kendaraan lain.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, Dishub Kampar mengerahkan sekitar 40 personel setiap hari selama bulan Ramadhan. Petugas ditempatkan di titik-titik rawan kemacetan guna mengatur arus kendaraan dan memastikan lalu lintas tetap terkendali.
Pengamanan lalu lintas ini dilakukan secara terpadu bersama aparat dari Polres Kampar dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Kampar. Kolaborasi tersebut bertujuan menjaga kelancaran lalu lintas sekaligus menciptakan situasi yang aman dan tertib bagi masyarakat yang beraktivitas selama Ramadhan.
Dishub Kampar juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi aturan lalu lintas dan tidak parkir sembarangan, terutama di kawasan pasar tumpah yang menjadi pusat keramaian musiman. Kepatuhan pengguna jalan dinilai menjadi kunci untuk mencegah kemacetan yang lebih parah.
“Kami berharap masyarakat dapat mengikuti arahan petugas di lapangan dan mematuhi aturan lalu lintas. Dengan begitu, aktivitas masyarakat selama Ramadhan bisa berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” ujar Edi.
Dishub memperkirakan kepadatan lalu lintas pada sore hari akan terus terjadi selama bulan Ramadhan, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Karena itu, pengamanan dan pengaturan lalu lintas akan terus dilakukan secara rutin untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap terjaga tanpa mengganggu ketertiban dan keselamatan pengguna jalan lainnya.(Advertorial)