Pertukaran Pelajar Jadi Fokus Pemkab Kampar Tingkatkan Kualitas SDM

Pertukaran Pelajar Jadi Fokus Pemkab Kampar Tingkatkan Kualitas SDM

BANGKINANG KOTA — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar menjadikan program pertukaran pelajar internasional sebagai salah satu fokus dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di kalangan generasi muda.

Langkah tersebut ditunjukkan melalui dukungan terhadap kegiatan pertukaran pelajar yang melibatkan peserta dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand, yang berlangsung pada 4–8 Mei 2026 di Kabupaten Kampar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kampar, Helmi, yang mewakili Bupati Kampar Ahmad Yuzar, mengatakan program ini dirancang untuk membekali pelajar dengan wawasan global serta kemampuan beradaptasi di tengah keberagaman.

“Pertukaran pelajar menjadi instrumen penting dalam meningkatkan kualitas SDM. Melalui program ini, pelajar tidak hanya belajar secara akademik, tetapi juga memahami budaya lain, membangun toleransi, dan memperluas jejaring internasional,” kata Helmi saat menghadiri gala dinner di Gedung Mahligai Bungsu, Bangkinang Kota, Selasa malam, 5 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh 173 pelajar dari tiga negara. Indonesia bertindak sebagai tuan rumah dengan peserta berasal dari UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota, sementara peserta lainnya berasal dari Malaysia dan Thailand.

Menurut Helmi, pengalaman belajar lintas negara memberikan nilai tambah yang signifikan dalam pembentukan karakter siswa. Interaksi langsung dengan pelajar dari latar belakang budaya berbeda dinilai mampu mendorong pola pikir terbuka serta meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya.

Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi budaya lokal Kampar kepada peserta dari luar negeri. Berbagai penampilan seni tradisional ditampilkan dalam rangkaian acara sebagai bagian dari diplomasi budaya daerah.

Kepala SMP Negeri 1 Bangkinang Kota, Dasril Amali, menyatakan pihaknya menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pertukaran pelajar internasional memberikan pengalaman nyata yang berdampak pada peningkatan kepercayaan diri siswa.

“Program ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal dunia luar secara langsung, sekaligus memperkuat identitas budaya mereka,” ujarnya.

Pemkab Kampar berharap program pertukaran pelajar internasional dapat terus dikembangkan dan menjangkau lebih banyak peserta di masa mendatang. Upaya ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang memiliki daya saing global tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.(Adv)